Perempuan berambut hitam sebahu itu bernama Mirza. Dia bekerja sebagai wartawan lapangan atau yang terkenal dengan wawancara langsung di tempat kejadian. Dia memiliki kakak laki-laki yang menjadi kameramen pribadinya. Kakaknya bernama Harun, usia tiga puluh lima tahun. Obsesi Mirza untuk menjadi wartawan terkenal dan tersohor pun membuat dia nekat bersama kakaknya pergi ke kota Yogyakarta yang masih dalam blokade. Malam itu saat terjadi kericuhan di tempat perbatasan mereka berdua diam-diam pergi dari sana. Melewati jalan tersembunyi untuk menerobos masuk ke kota Yogyakarta tidak melalui jalur jembatan yang putus. Mirza masih ingat saat dia bersama kakaknya nekat melewati puing-puing desa yang dahulu sangat makmur dan masuk ke dalam gorong-gorong sepanjang satu kilometer hingga akhirnya m

