Bab 18.

1761 Kata

“Selamat pagi Tuan.” Kali ini Kyomi yang menyapa Bian terlebih dulu. Bian yang sedang berdiri di depan pintu lift menoleh ke belakang. “Pagi.” Sahutnya singkat. “Tasnya Tuan.” Kyomi menengadahkan kedua tangannya untuk menyambut tugas rutinnya setiap hari. Membawa tas milik bosnya dengan penuh hati-hati. Bian mengabaikan hal tersebut. Pria itu kembali berbalik lurus menghadap ke depan. “Tas Anda Tuan.” Kyomi berdiri di samping kiri Bian mendongak menatap wajah pria itu. Bian menurunkan lirikannya sekaligus lalu kembali fokus ke depan. “Bagaimana luka bakarmu?” Tanya Bian yang terdengar seperti angin lalu. Wajah Bian tidak menyiratkan bahwa dia peduli. “Tanganku? Melepuh” Kyomi mengarahkan punggung tangannya ke hadapan pria itu. Spontan Bian meniupnya, merasakan hembusan na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN