Bian menikmati kopi di balkon apartemennya. Ini adalah akhir pekan. Hari yang membosankan menurutnya, entah sejak kapan akhir pekan menjadi membosankan. Dulu, dia tidak peduli tentang hari. Justru dia senang menghabiskan waktu seharian di apartemen sambil memeriksa laporan para karyawan yang nantinya akan selalu dia bahas di rapat bulanan. Ponselnya berdering untuk ke sekian kalinya dari orang yang sama . Mita, dia tahu tujuan wanita itu menghubunginya, mengajaknya pulang menemui orang tuanya. Tentu saja Bian merindukan mereka. Hanya saja dia belum siap mendengar ocehan kedua orang tuanya yang menuntut untuk menikah atau pun memenuhi kencan buta yang ibunya atur untuknya. “Ini benar-benar membosankan.” Beberapa menit lalu, Bian menghubungi Kaivan yang ternyata sedang menikmati akhir pe

