Bab 21.

1737 Kata

“Hanya kau tidak menyukai gaya rambutnya terus kau mengubahnya begitu? Punya hak apa kau atas dirinya?” Kalimat sarkas keluar dari mulut Kaivan yang dari tadi memperhatikan perbincangan Bian dan Naka. Sama seperti Kanaka, bagi Kaivan tindakan yang di lakukan Bian tersebut sedikit berlebihan mengingat status keduanya hanya sebatas Bos dan Sekretaris. Lagi pula Kaivan tahu bahwa Bian bukan tipikal pria yang bersedia membuang-buang waktu ke salon menemani seorang wanita yang tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya. Bahkan Mita yang sangat dekat dengan Bian tidak pernah mendapatkan perlakuan istimewa dari seorang Biantara. Berulang kali wanita itu mengajaknya ke salon, Bian selalu memiliki sejuta alasan untuk berkilah. Jadi tindakan yang di lakukan Bian sekarang, terang saja menarik perha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN