Poros waktu semakin melaju pergi seakan enggan untuk mengadili dunia hampa Berdetik seperti dedaunan yang jatuh tersapu angin meninggalkan apa yang menjadi tahtanya Cahaya redup datang layaknya tandingan untuk sang matahari sedang itu tidaklah berguna Ruang jiwa teryakini akan terisi gemaan tawa tetapi nyatanya berakhir tak berpenghuni Rasa itu menghilang Jiwa pergi berkelana jauh Jenuh akan hari tak pasti Tatapan kosong tanpa pemaknaan seakan terlihat begitu jelas Bukannya bahagia dalam menjemput mimpi malah tersisa derai tangis si lemah Terasa pilu akan waktu Sedang buntu tanpa lanjutan Ini mengenai hati yang telah mati Lantangnya suara begitu mendesak untuk segera tiba sedang dirinya tak bergerak sama sekali Seberapa jauh pun usaha akan pembangkitannya kembali pada

