"Sepi juga ya kalau engga ada abani diantara kita." gumamnya sembari menopangkan dagunya dimeja kantin, sedang matanya mengedar menatap satu persatu anak kampus yang ada dikantin. "Jangan bilang lo ada rasa sama Abani?" matanya berhenti menatap aktivitas sebagian orang kini ia membawa tatapannya menatap malas kearah temannya. Menatapnya dengan jengah bahkan dengan wajah sangat membosankan. "Kenapa tuh muka! Gue kan cuma nanya. Soalnya lo kayak orang galau karena Cinta tau engga padahal lo taukan kalau Abani saat ini sedang di rumah sakit mungkin." "Gue juga tau Ken, kalau Abani ada dirumah sakit tapi inikan udah mau masuk jam masuk. Kalau beneran kali ini dia engga masuk maka ini pertama kalinya Tuh anak Absen masuk kampus selama dia masuk di universitas ini." sedang seseorang yang di

