Titania menyimpan kembali ponselnya setelah mematikan secara pihak sambungan teleponnya dengan Keno, sahabat semesta-nya itu benar-benar merusak moodnya pagi ini padahal tadinya sudah sangat baik. Matanya kembali menatap laptopnya disana terlihat tumpukan e-mail dari anak sastra tetapi e-mail yang paling di tunggunya masuk malah belum dikirim sama sekali bahkan ternyata belum rampung dikerjakan oleh sebagian anak sastra. "Frustasi banget." celutukan itu membuat Titania menoleh kearah pintu dan kloning wajahnya sedang tersenyum disana "Kok udah pulang? Inikan baru jam 9 lewat kayaknya." tanyanya "Kak Derta lagi sibuk banget katanya ngejar target makanya aku pulang aja daripada diam kayak patung disana." keluhnya sembari berjalan kearah ranjang. Membaringkan badannya disana dengan ka

