Bab 36. Rahasia

1024 Kata

*** Tak terelakan, Ana berdecak sebal usai membaca sederet kata yang lagi-lagi membuat Ana menghela napasnya. Artikel tentangnya dan Elang menjadi santapan pagi yang menyebalkan. Demi apa judul yang mereka tulis begitu memuakan. "Nggak usah marah-marah! Kemarin siapa yang kesenangan lihat Pak Elang datang ke lokasi? Pakai acara peluk manja segala," sindiran Cici membuat Ana malu sendiri. Apa yang manajernya katakan adalah kebenaran. Hanya saja, Ana enggan mengakuinya. Kemarim dirinya benar-benar khilaf. Lupa bahwa ia adalah seorang publik figur. Ana cemberut. "Salahkan Elang!" ujarnya. "Kenapa aku, Sayang?" Elang yang sejak tadi hanya duduk saja menyahut. Tak terima sebab Ana melimpahkan segala kesalahan padanya seorang. Ana mendelik, "Salah kamu kenapa menghilang!" "Astaga aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN