*** Getaran ponsel milik Ana membuat gadis Dua Puluh tahun itu segera mengalihkan perhatiannya. Senyum di bibir Ana mengembang saat melihat nama Elang tertera di sana. Buru-buru Ana mengangkatnya. "Iya Sayang? Udah sampai depan?" tanyanya secara beruntun. Lalu sahutan di seberang sana semakin membuatnya melebarkan senyum. Elang mengatakan bahwa ia sudah sampai. Elang meminta Ana segera membukakan pintu untuknya. Tanpa membalas lagi, Ana berlari keluar dari kamarnya demi menuju pintu apartemennya. "Selamat pagi," sapaan itu terdengar begitu Ana membuka pintu. Tubuh tegap Elang berdiri tepat di depan matanya. "Pagi," balas model cantik itu. "Ayo masuk!" ujarnya karena takut seseorang memergoki kedekatan mereka. Elang mengangguk singkat, ia melangkahkan kaki mengikuti ke mana Ana pergi

