Pulang

1996 Kata

Adel menatap Alvin, sakit tangannya di cengkeram kek gitu. Air matanya mengalir deras. “Kamu jahat banget sama aku, udah bikin kaki aku kek gini, sekarang mo apa lagi? kenapa nggak matiin aku aja sekalian …” lirih Adel. Alvin terdiam, buru-buru dia ngelepasin lengan Adel. “Jawab pertayaan aku!” Adel menatap bingung Alvin. “Pertanyaan mana?” Sumpah, Adel nggak fokus dengan kata-kata Alvin barusan. Alvin kembali menatap sadis Adel. Nggak terima Adel di gituin. Bugh! Demi apa coba? Adel melempar muka Alvin dengan bantal yang ada di sampingnya. “Ka—kamu! berani sama aku?” kesal Alvin, mununjuk jari telunjuknya ke Adel. Adel nggak terima dong, enak aja nindas dia mulu. Adel membusungkan dadanya, menampik jari telunjuk Alvin yang dia arahkan ke muka Adel. “Aku nggak takut! ini rumah ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN