BAB 59_AMARAH

1098 Kata

Razzor melambaikan tangannya mengisyaratkan agar Luna mendekat. Meski seperti dipaku kakinya, Luna berusaha terus melangkah. Apa pun yang akan terjadi menit berikutnya, ia pasrahkan pada Allah, Penguasa Alam. "Siapa dia?" tanya Ratih menatap Luna yang tertutup cadar. "Pelayan baru. Calon selirku." Ratih terkekeh. Ia tersenyum ketika cangkir itu tersuguhkan padanya. "Pasti pelayanmu cantik. Aah kamu memang luar biasa," puji Ratih. Razzor tersenyum lebar. Dengan cepat, kembali wajahnya serius. "Aku terlalu meremehkan wanita itu. Bagaimana bisa dia menghancurkan anak buahku sampai tak bersisa?!" "Dia memang sudah meninggalkan rumah cukup lama dan sampai sekarang tak pernah kembali. Dia melakukan aksinya bersama Aleksei. Tapi pemuda itu sudah kembali. Sendirian," gumam Ratih. "Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN