BAB 61_SEBUAH JANJI

1088 Kata

Tak! Tak! "Kamu sedang ditunggu Tuan di kamarnya!" seru salah satu pengawal Razzor yang berada di depan pintu kamar Luna. "Baik." Luna mengeratkan gulungan rambutnya. Mungkin hari ini adalah saatnya dia harus membunuh laki-laki bringas itu. Itupun jika memang terpaksa, sebab dia sedang memikirkan tombol mana yang menjadi pembuka pintu atas di istana itu. Bagaimana ia akan melawan setiap pengawal yang selalu berdiri di setiap belokan lorong? Mereka seperti memiliki alat penghubung satu sama lain. Ia tak ingin mati sebelum bisa membalas sakit hatinya pada mertuanya. Wanita berburqa itu mengembuskan napasnya kasar. Akan sangat sulit tapi dia tak akan menyerah. Itu sudah pasti. "Saya sudah di sini, Tuan," ujar Luna pelan. Tak bisa dia sembunyikan rasa takutnya akan kehormatan yang san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN