BAB 55_JEMPUTAN

1075 Kata

Derrrrttt .... Ponsel Ratih berdering. Panggilan tanpa nomor? Ia terus mengabaikannya. Tengah malam begini, bagaimana ada orang yang menelponnya, tanpa nomor pula. Ratih kembali tidur. Deeerrt .... "Mungkin penting, Ma, angkat aja," lirih Nindi dalam kantuknya. Sejak keluar dari rumah sakit, gadis itu selalu tidur dengan ibunya. Deeerrrt .... Kembali ponsel itu bergetar dan berdering. Ratih jadi sangat kesal. Ia langsung meraih benda itu, mematikannya dengan cepat lalu kembali menutup mata. Tak lama, tiba-tiba terdengar pintu rumah itu digedor dengan sangat kencang dan keras. Ratih terperanjat. Nindi bangkit dengan wajah ketakutan sedangkan Carla melompat ke tubuh kakaknya. Ia sudah berlari dari kamarnya menuju kamar Ratih. "Aaghh ... aggghh!" gagap Carla yang sudah bisu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN