Sambil menatap dengan penuh kasih pada putri semata wayangnya itu ibunya berkata, “Kamu jangan suka melawan bapak to nduk. Liat sendiri akibatnya, jadi keseleo kan.” Tentu saja melihat sang ibu justru membela ayahnya, Diana menggerutu kesal. Ia bangkit dari tidurnya lalu dengan menggebu-gebu siap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, “Ibu enggak tahu kan kalau tadi aku sama Mas Rama ketemu siapa? Kalau bukan gara-gara si Gilang membuntuti kami, enggak bakal aku sama Mas Rama nyasar.” “Loh kamu orang sini kok bisa nyasar?” Diana sedikit heran, ibunya justru terkejut perihal ia yang tersesat bukan karena pertemuannya dengan Gilang hari ini. “Maklum lah bu udah lama enggak balik kampung,” jawabnya sambil cemberut. “Udah jangan merengut terus sama Gilang, dia kan calon suami kamu,” u

