Pengakuan

1913 Kata

Berjam-jam sudah Rama dan Diana menghabiskan waktu di baby shop. Dua insan itu berkeliling mengambil semua keperluan yang dirasa diperlukan oleh Amel. Diana yang tak begitu paham dengan serba-serbi keperluan bayi hanya mengikuti ke mana pun langkah kaki Rama membawanya. Beruntung hari ini dia mengenakan sneakers. Paling tidak tumitnya tidak akan begitu terasa pegal, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa betisnya mulai terasa kencang. “Gimana udah capek ya?” Tanya Rama saat melihat Diana mulai tertinggal di belakang sambil memukuli betisnya pelan. Ia pun menghampiri Diana dengan trolinya yang penuh dengan barang. “Mau istirahat dulu?” “Emang masih lama mas?” tanya Diana dengan suara pelannya yang mulai terdengar lelah. “Udah sih, ini tinggal ngambil selimut, abis itu udah,” jawabnya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN