Lupakan tentang Rama dan lupakan senyuman menawannya, itu tidak berarti apa-apa. Setidaknya itu yang sedang ditanamkan oleh perempuan super mandiri yang sudah terbiasa melajang selama 2 tahun. Sudah berapa pria tampan yang ia campakkan, seharusnya untuk meluapkan lelaki seperti Rama bukan hal yang mudah. Lagi pula ia tak memiliki perasaan pada lelaki itu, dia hanyalah tetangganya, tidak lebih. Diana memutuskan untuk tak terlalu peduli padanya lagi. Jalani saja kehidupan sempurna yang telah ia dapatkan saat ini dan fokus pada bisnisnya yang sedang berkembang. Pagi ini Diana telah berada di kafe seperti biasa, sambil menikmati sepiring roti panggang dan teh panas di meja favoritnya ditemani aroma pinus yang menenangkan mengisi seluruh kafe. Di tengah keasyikannya menikmati roti panggang b

