“Halo kak Dian.” “Iya May kenapa?” Tanya Diana sambil memasang earphone di telinganya. “Persediaan biji kopi kita udah menipis kak. Kita mau order sekarang?” “Untuk hari ini masih cukup kan?” “Masih kak, tapi kalau besok sih enggak bakal cukup.” “Ya udah, kebetulan aku udah otw ke kafe. Biar aku aja yang mampir ke supplier, sekalian aku mau ketemu sama ownernya. Udah lama enggak ketemu.” “Ok kak kala gitu.” Segera Diana menancapkan gasnya menuju lokasi supplier biji kopi yang sudah menjadi langganan kafenya. Tak lama kemudian tibalah Diana di depan bangunan besar yang berlokasi tak begitu jauh dari kafenya. Ia melangkah turun dari mobil menuju ke dalam. Suara lonceng berbunyi ketika Diana mendorong pintu masuk. “Hai Diana, apa kabar? Tumben Dateng ke sini, ada angin apa nih?”

