“Sejak teteh cuti hamil dulu, A'a tetap bawa makan dan nggak ada malunya tuh makan. Kenapa harus malu? Kadang cuma nasi goreng tambah sosis atau omelet atau apa saja yang teteh sempat siapkan walau hanya nugget, teteh bawakan karena waktu itu dia sudah hamil besar dan enggak sempat masak yang neko-neko kalau pagi. Tetap saja A'a ambil itu daripada makanan lain yang mewah di depan mata.” Mendengar itu Lingga makin tak percaya. ≈≈≈≈≈ Lingga makin yakin melangkah bersisian dengan Hessa karena apa yang ada di dalam keluarga Hessa itu sama dengan yang terjadi di keluarganya. Dulu bapaknya memang guru SD, tapi bukan berarti dia miskin. Terlebih bapaknya punya kursus bahasa Inggris yang sangat besar di kota Bandung. Tapi sang mama tetap bawain makan untuk sang bapak karena makanan penuh cinta

