Extra Part 19: Papi Kecewa

1014 Kata

"Aylin, dipanggil papi. Disuruh ke ruangannya," kata mami. Ada apa, ya? Tumben. Biasanya tidak begini. Paling papi mendatangi Aylin sekali pun dirinya sedang di dalam kamar. "Simpan dulu bukunya, temui papi dulu, Nak." Mami juga tumben-tumbennya soft spoken sama Aylin. Jadi, ada apa gerangan? Ini Aylin sedang belajar. Fine. Beranjaklah Aylin dari situ menuju ruang kerja papi. Diantar mami. Pintu untuk Aylin pun dibukakan. Saat dia masuk, mami tak ikut. Aylin di sini, berdua dengan papi. Rasanya tak pernah semendebarkan sekarang kalau sedang bersama pria yang paling Aylin sayangi di dunia. Papi pun meletakkan kacamata baca, lalu bilang, "Duduk di sana." Menunjuk sebuah sofa cokelat di sudut ruangan. Aylin duduk, papi mendekat. Duduk juga di depannya. Bersitatap. Namun, papi di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN