Kak Agung: [Aylin.] Aylin: [Ya?] Kak Agung: [Ini Agung.] Sedang Aylin baca-baca ulang pesan kemarin malam. Ini agaknya mengganggu pikiran Aylin kalau boleh jujur. Soalnya ... lihat saja itu dari siapa gerangan si pengirim pesan. Aylin: [Oh, iya. Ada apa, Kak?] Kak Agung: [Save, ya.] Sudah Aylin ceritakan kepada Maharani. Temannya itu langsung heboh dan memberi peringatan tanda bahaya. Katanya, Aylin sedang diincar. Disuruh hati-hati. Pasti ada udang di balik batu—tak seenak udang di balik adonan tepung terigu! Kak Agung: [Nggak usah bilang-bilang ke Bang Raja.] Saat itu, padahal baru mau Aylin tanyakan soal sosok Agung-Agung ini kepada si om—yang kini menjadi anak buah papi. Well, ini di dalam tenda. Tenda yang pada akhirnya dibangun bersama-sama. Aylin diajari. Tapi jujur, suda
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


