“Lho! Mengapa tidak belok? Kita mau ke mana?” tanya Vena panik, karena Adam membawa mobilnya terus berjalan lurus ke depan. Padahal seharusnya belok kanan, jalur jalan menuju rumah Vena. Adam masih diam saja. Sementara Vena merasa bingung dan panik menatap pria itu. “Adam, ini sudah hampir pagi. Aku butuh istirahat. Kita mau ke mana lagi? Kalau kamu mau bicara, langsung bicara di mobil ini saja,” ucap Vena, menduga bila Adam akan mengajaknya ke suatu tempat untuk membahas masalah menyanyi di kafe tadi. “Diamlah! Jangan banyak protes! Sebentar lagi kita sampai. Kamu bisa segera istirahat,” tegas Adam, akhirnya mau bersuara juga. Namun, sedikit pun dia tidak menoleh pada Vena. “Apa maksudmu? Istirahat di mana? Aku mau kamu bawa ke mana?” tanya Vena penuh selidik. “Ke apartemenku. Mu

