Aku terbangun bahkan sebelum alarm berbunyi. Kepalaku menoleh ke jam digital di atas nakas. Pukul 04.03. Tatapanku bergeser ke langit-langit kamar. Cukup lama kupandangi sebelum akhirnya menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Hari ini akhirnya tiba. Setelah tiga bulan lebih proses sidang... Di tengah kelelahan... Di tengah penatnya menunggu... Di tengah sakitnya mengingat... Di tengah kehidupan yang tetap berjalan normal... Sidang putusan akan digelar pagi ini. Aku duduk perlahan di tepi ranjang, meraih ponsel yang sejak tadi berkedip pelan di nakas. Grup keluargaku sudah ramai. Semuanya mendoakan kemenangan untuk kami. Tapi bukan itu yang menyentuh hatiku. Melainkan permintaan maaf yang lebih dulu dihaturkan paman-pamanku—abang dan adik Papa. Sederhana, hanya penye

