"Anak sialan! Kemari kau!" teriak seorang pria paruh baya dengan murka. Wajahnya sampai memerah. "WIDIA!! CEPAT KEMARI SEBELUM AKU MENYERETMU!" Gadis yang diteriaki mendekati pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Ia mendekati ayahnya dengan takut-takut. Jantungnya berdegup sangat kencang. Nafasnya tercekat akibat terlalu ketakutan. Plak!! Widia memegang pipi kanannya yang baru saja di tampar sang ayah saat dia sudah berdiri di hadapan pria itu. Tamparan ayahnya meninggalkan rasa panas dan perih di pipinya. Mata gadis malang itu memanas. Hatinya berdenyut sakit. Selalu saja dia diperlakukan kasar. Dipukul, ditampar, dijambak, ditendang, dicambuk, dan perlakuan kasar lainnya. Widia ingin melawan kekasaran ayahnya namun dia tak kuasa karena terlalu lemah. Yang bisa ia

