"Huuuu, Esa!" Saila berteriak nyaring sambil bertepuk tangan, gadis-gadis lain tentu melakukan hal yang sama. Hanya Hana yang membisu, menyaksikan Esa tanpa berkedip sejak tadi. Hana akui, Esa memang menakjubkan. Tapi bukan hal itu yang membuat Hana terdiam, Hana hanya merasa... buruk? Yah, Hana merasa buruk karena Esa melakukan hal sejauh ini sedangkan hati Hana masih terpaut pada Juno, tak berpaling sedikit pun. Hana merasa, haruskah ia pada akhirnya menyakiti Esa dengan keputusan yang ia ambil, atau membiarkan Esa lebih lama bertahan? "Cie, teken cie!" "Diem, Do!" Hana menggeplak Dodit yang menggodanya, kemudian mengalihkan tatapan dari panggung karena Esa sudah turun. Lantas, Hana terdiam. Juno, dia... ada di sana, di sisi panggung seraya menatapnya lekat. Sejak kapan Juno di sana?

