Kegelisahan mulai Naomi rasakan, sudah empat hari ini Devan tidak menunjukkan batang hidungnya di depan Naomi. Lelaki itu hilang bak ditelan bumi, hanya mengirimkan beberapa pesan singkat kepada Naomi setiap harinya, mengingatkan Naomi agar tidak lupa makan dan menjaga kesehatannya di musim hujan seperti sekarang ini. Naomi mengecek ponselnya berkali-kali, mungkin sudah ke lima belas kalinya dalam satu jam. Perasaan gundah tidak tenang membuat Naomi tidak bisa tidur dengan tenang. Ke mana lelaki itu sebenarnya? Apa yang sedang dia lakukan? Kesibukan apa sampai Devan tidak pernah datang lagi menengoknya? Haruskah Naomi berpura-pura sakit agar Devan secepatnya datang ke rumah kostnya? “Tidak-tidak, itu sangat kekanakan sekali,” ucap Naomi menggelengkan kepalanya, mengusir ide gila yang m

