Tok ... Tok ... Tok ..., Pintu kembali di ketuk dari luar, sementara itu Alena kebingungan memasukkan seluruh foto-fotonya dengan Alvin di dinding rumahnya. Mulutnya tak henti-hentinya berbicara sendiri. “Kenapa sih, Vania nggak bilang dulu, kalau mereka mau ke sini. Kalau bilang dulu aku nggak sebingung ini. Huft, merepotkan sekali.” Omelnya, sembari memasukkan foto-foto dan barang-barang Alvin ke dalam kamar, dengan tergesa-gesa. Ia melihat Alvin tertidur nyenyak di atas tempat tidurnya. Ia ingin membangunkannya tapi takut mengganggu. Akhirnya ia biarkan Alvin dengan posisi semula. Sementara foto-foto dan barang-barang punya Alvin, telah ia letakkan di lantai begitu saja. Setelah itu ia keluar dan menutup pintunya. Alena berdoa semoga Alvin tidak bangun sampai mereka pulang. “Al, kamu

