“Kamu itu bilang apa? badanmu demam, mungkin karena itu kamu jadi bicara yang nggak-nggak.” Kata Alvin sembari memegang kening Alena. “Mas, aku itu serius. Aku mau kita cerai.” Ucap Alena. “Dengerin ya, Sayang. Sampai kapanpun juga aku nggak akan pernah melepaskan kamu.” Ucap Alvin dengan wajah yang serius. “Tapi, Mas. Aku sudah capek seperti ini terus. Aku nggak mau terus-terusan jadi istri sirimu. Kamu nggak tau pandangan orang-orang kantor padaku tadi. Mereka memandangku jijik, seakan aku ini menjadi virus diantara mereka. Mereka berfikir aku cuma selingkuhanmu saja, gimana kalau mereka tau aku ini istri sirimu? pasti akan lebih memalukan lagi. ” Kata Alena. Matanya berkaca-kaca menahan air matanya yang seakan ingin jatuh membasahi kedua pipinya. Alvin mengelus-elus rambut Alena. men

