Menolak Serumah

1232 Kata

Keesokan harinya, Kayla sudah diizinkan pulang. Bu Ami dengan sigap membereskan baju Kayla, melipat selimut dan pakaian yang sempat dipakai Kayla saat ia sakit. ​Tiba-tiba, Frans masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk. Wajahnya tegang. ​“Anda siapa?” tanya Kayla, bingung. ​“Maaf, Nona. Saya asisten Pak Arhan. Anda disuruh pulang ke rumah Pak Arhan,” jawab Frans dengan nada formal. ​Kayla menggeleng keras. “Nggak, ah! Saya nggak mau!” ucap Kayla penuh penolakan. ​“Tapi saya disuruh, Nona,” ujar Frans, merasa tidak enak hati. ​“Bilang nggak mau!” tegas Kayla, lalu ia beranjak pergi. ​Ia turun bersama Bu Ami dan memilih pulang naik taksi online. Sepanjang perjalanan, Kayla hanya menatap jalanan yang berlalu. Air matanya mulai menetes, kemudian ia menangis sejadi-jadinya, isaknya tertahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN