Part 33 (End) “Ana?” Gadis yang dipanggil Ana langsung berhenti, melihat lagi seseorang yang sedari tadi memperhatikannya. “Jiwa? Kamu Jiwa kan bener?” Ana langsung memeluk Jiwa, tidak menyangka sahabatnya itu bisa begitu berubah. “Ya Allah kamu beda banget Ji, aku seneng banget sumpah” Ana berkaca kaca tidak menyangka bertemu Jiwa. “Kamu juga beda loh Ana, kirain bukan kamu” “Kamu apakabar? Kamu banyak utang cerita loh sama aku?” Jiwa hanya tersenyum, tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabatnya disini. “Aku masih punya utang maaf Ji, maafin aku” “Astaga Ana udah lama banget loh, udah ah lupain aja” Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mencari tempat yang bagus untuk bercerita, kebetulan m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


