Bab 30

1180 Kata

Perpisahan tidaklah sakit tapi yang membuat sakit adalah ketika perpisahan itu datang saat hati sudah saling terpaut satu sama lain yang disebut dengan cinta. Memandang langit yang sama, menatap keindahan bulan yang seakan sirna dipandang karena rasa sakit yang masih tersisa. Air mata menjadi saksi bisu bagaimana ia mengutarakan sakit yang tak kasat mata tapi mampu mengusik ketentraman jiwa. “Mengapa kamu secepat itu mengucapkan talak terhadap aku? … apakah kamu selama ini sama sekali nggak pernah mengharapkan kedatanganku?” Di lain tempat, Zayn memandang rembulan dari balkon. “Maafkan saya, Humaira. Saya sangat mencintaimu, saya tidak ingin egois memaksamu tetap berada di sisi saya … Kejarlah cintamu! Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup saya selama ini.” Ia berusaha tegar mesk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN