Evi harus pulang ke Bandung untuk membuat keputusan sekaligus menentukan nasib masa depannya. Ia akan pergi menjauh dari Faiz namun bukan berarti akan menerima perjodohan yang diajukan oleh kedua orang tuanya. Evi ingin bersikap tegas tanpa melukai perasaan mereka. Evi tak mau terjebak dalam pernikahan tanpa cinta seperti dalam novel-novel. Tekadnya sudah bulat. Ia akan menolak perjodohan itu dengan halus. Evi tahu perusahaan butuh suntikan dana namun bukan dengan perjodohan caranya, bukankah itu artinya sama dengan ia menjadi tumbal alias dijual oleh orang tuanya dan ia harus mengorbankan masa depannya. Mengorbankan cintanya yang sudah tersangkut di hati seseorang. Meskipun seseorang itu tak peduli kepadanya. "A, maafkan saya ya, saya harus pulang sekarang, tenang aja karena lusa oran

