Beberapa minggu sebelumnya... Kanika lelah luar biasa, tubuhnya terasa remuk redam padahal hari ini poli sepi dan tidak ramai seperti biasanya. Tapi rasanya tubuhnya butuh istirahat, sepanjang perjalanan pulang tadi Kanika hanya tidur sambil Genta mengelus-elus kepalanya dan terbangun saat sudah sampai di kamar. Ia tak sadar kalau Genta menggendongnya sampai di atas. "Engghh," Kanika meregangkan tubuhnya lalu berguling ke arah Genta yang sedang membaca jurnal di atas kasurnya sambil bersandar. "Istirahat sayang," ujarnya mengelus-elus kepala Kanika agar kembali tertidur. "Capek aku, mual juga, Bi." gumamnya. "Iyaa..." Genta terdiam segera begitu mendengar kata terakhir dari Kanika tadi. "Tunggu. Mual??" Genta mengerutkan dahinya. "Iya, nggak apa-apa. Cuma cap

