Episode 14 : Clarity

1885 Kata

Kanika nampak terdiam setelah menyirami tanaman, ia duduk di teras belakang bersama dengan pot tanaman yang bunganya tengah bermekaran. Namun tidak dengan Kanika, bunga di hatinya sedang layu akibat pesannya kemarin saat berterimakasih pada Genta setelah di kirimi makanan hanya dibaca saja. Centang biru jadi saksi bisu.   Kanika hanya bisa mendesah pasrah saat melihat layar ponselnya kemarin. Ia tahu, Genta cemburu dan marah padanya karena setelah semua yang dilakukan Genta selama sebulan belakangan Kanika tak menyambutnya dengan baik. Bahkan Kanika selalu menghindar dari Genta ketika bertemu langsung di rumah sakit.   Lagi-lagi, Kanika bertanya pada hatinya. Apa pantas ia terus-terusan seperti ini, menyia-nyiakan lelaki yang bahkan dengan rela dan sabar menghadapi sikapnya yang sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN