Sementara Kanika masih beristirahat di temani Genta, Adrian langsung menghubungi Mama Nadia yang saat ini masih berada di Lombok bersama para dokter dari KMC. Beliau harus tahu hal ini, karena Kanika salah satu Bidannya di Poli, kepindahan Kanika di klinik pun juga harus melalui persetujuannya, jadi mau tak mau Adrian harus menjelaskan semuanya detail. "Assalamualaikum, Mama..." sapa Adrian begitu teleponnya terjawab. "Wa'alaikumsalam, ada apa, Dri?" "..." "Astagfirullahaladzim. Lagi?? Keterlaluan!" ujar Mama Nadia setelah mendengarkan Adrian bercerita panjang lebar, tapi apa mau di kata? Beliau sedang ada di pulau seberang, tidak bisa seenaknya pulang hanya untuk mengurusi hal seperti ini. "Jadi solusi terbaiknya bagaimana, Ma? Tetap mutasi atau Mama punya solusi lain?

