Bella 43

983 Kata

“Tan?” Aku langsung berdecak kesal saat baru saja keluar kelas, sudah melihat penampakan Guntur di depan pintu. Ck, mau apa lagi, sih, nih laki berbiji? “Minggir!” Aku pun coba mengabaikan dan menghardiknya keras, saat dia malah menghalangi jalanku. Dikata badannya ramping, apa? Orang segede babon gitu kok. Seenaknya saja berdiri di tengah jalan. Ngalangin tahu nggak? “Tan, aku mau ngomong,” ucapnya lagi. Masih ngeyel menghalangiku. “Nggak ada yang perlu diomongin lagi. Udah nggak ada urusan gue sama lo!” Aku mencoba tetap mengabaikannya dan malah melengos dengan cepat dari sana. Namun, seakan tak mau menyerah, Guntur pun malah kini lancang mencekal lenganku. Membuat aku langsung menepisnya cepat. “Lepasin!” sentakku melayangkan tatapan garang padanya. “Tapi kita harus bicara, Int

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN