POV Vira "Mas kamu bener-bener Kelewatan," ucapku pada Mas Damar tapi dengan tawa jahat. Aku dan dia berjalan- jalan menggunakan mobil baru. Masih belum terfikir kami mau kabur ke mana, sebab kalau bandara pasti di jaga polisi. Secara Mas Duta pasti sudah melapor polisi. "Biar si bodoh itu tau rasa!" Beraninya dia menyia-nyiakan kamu!" ucapnya. "Tadinya aku kira kamu tidak akan mengajaku pergi. Kamu tidak pernah datang ke rumah Duta, semenjak dia menikah denganku," lirihku. "Iya aku gak bisa dong liat kamu dengan orang lain! Jika kamu bahagia dengan mereka mungkin aku akan mengikhlaskan kamu. Nyatanya mereka seenaknya sendiri memperlakukan kamu." Entah benar atau tidak ucapannya, aku tidak tahu. Aku hanya terdiam mendengar ucapan Mas Damar. Aku sendiri sebenarnya sudah ada sedikit ra

