Aura menutup pintu kamar. Memberikan luang waktu untuk Friska dan Mama Andy buat berbicara empat mata. Niatnya Aura tadi hendak ke dapur membuatkan minuman untuk tamunya. Namun, langkahnya malah berbalik arah. Yaitu menuju ruang tamu, karena dia tidak sengaja mendengar suara perdebatan di sana. Langkah Aura semakin mendekat ke sana. Wanita itu menghela napas. Melihat Alif dan Andy bersitegang di depan sana. Tidak baik membiarkan dua orang itu tanpa ada penengahan. "Udah pulang, Lif?" tanya Aura. Wanita itu mencium tangan Alif seperti biasa ketika menyambut Alif pulang dari kuliah atau ke kantor mertuanya sebentar. "Iya, kerjaan di kantor Papa nggak banyak. Cuman nyuruh pelajarin salah satu dokumen," balas Alif. Laki-laki itu melirik Andy sekilas. Hingga ide jahil ada di kepalanya. Ali

