Aura langsung memeluk tubuh Alif begitu mereka ke luar dari ruangan dokter. Alif mengusap punggung Aura untuk memenangkan istrinya itu. "Siapa yang udah hamilin Friska?" tanya Aura pelan. Wanita itu kembali terisak. "Friska pasti tertekan banget makanya sampe mau bunuh diri begini." Wanita itu terus bergumam. Alif mengusap punggung Aura. "Seberat apa masalah Friska. Bunuh diri bukan jalan yang baik," balas laki-laki itu. "Nanti setelah Friska sadar kamu harus nasehatin dia," lanjut Alif. Aura mengangguk setuju. "Sebagai sepupu aku mau ada di samping Friska untuk saat ini. Sampai dia benar-benar bisa berdamai dengan masalahnya." Aura mendongak menatap Alif. "Kita ajak Friska tinggal dengan kita nggak masalahkan? Aku mau memantau dia dengan mata kepala ku sendiri. Biar kejadian ini nggak

