20

1007 Kata

"Beri aku uangmu. Cepat! Kenapa diam saja?"  "Sudah habis," katanya pelan.  Karena Aydin lagi-lagi mengganggu orang-orang di jam makan siang. Dia tidak berhenti sampai di sana. Bahkan, saat dirinya dipanggil pihak kesiswaan, dan kepala yayasan Sina sampai bosan melihatnya yang terus duduk di kursi untuk anak-anak yang bermasalah.  "Ah, benarkah?"  "Sudah habis!"  Laki-laki itu mendorong Aydin menjauh. Membiarkan dirinya terhuyung ke belakang, dan Aydin sama sekali tidak merasa jera. Dia malah tertawa serak. Yang membuat siapa pun mendengarnya meringis. Menyadari laki-laki tujuh belas tahun itu layaknya seorang psikopat bertangan dingin.  "Dasar gila! Aydin, kau benar-benar gila!" Laki-laki itu menuding Aydin dengan jarinya. Meski dia gemetar sekali pun, dia berusaha menantang anak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN