"Nanti pulang mau bareng aku ga?" Suara bariton itu mengentrupsi seorang gadis untuk menghentikan langkahnya dan menoleh pada sumber suara. Ia mengeryit heran. Pasalnya, ini kali perama pria itu bertegur sapa dengannya sejak kejadian dua minggu lalu di cafe. "Maaf, aku...." "Plishh, kali ini aja. Aku mau makan sup buntut deket rumah kamu," bujuknya lagi. "Tapi aku mau..." "Kita masih temen, kan?" Tak memberi kesempatan beralasan, "oke, aku tau kamu masih marah sama aku karena kejadian di cafe. Aku minta maaf karena lancang menaruh hati ke kamu. Tapi, bukan berarti kita berhenti berteman, kan?" Oliv menghela napas panjang, kalau sudah begini, bagaimana dia bisa punya celah untuk menolak. Sementara nanti, dia harus bertemu Darren untuk selesaikan misi mereka agar semuanya cepat kelar.

