Seperti yang dijanjikan Dita padanya, sorenya sepulang kerja, Olivia sangat terburu-buru pulang. Tak ingin membuang-buang waktu lebih lama di kantor karena bisa mengurangi waktunya bertemu sang kakak. Baim yang dari awal sudah berniat menawarkan diri mengantar gadis itu pulang, harus menyabarkan hatinya karena saat dia keluar dari ruangannya, Olivia sudah ngecir pergi tak tau ke mana dan dengan siapa. Baim yang tau dirinya memiliki rival di kantor, langsung saja hatinya tak karuan karena membayangkan Olivia sudah pulang dengan,khem..Adit. Baim dengan malas berjalan turun ke parkiran, ingin marah namun tentu saja dia sadar bahwa dirinya tak berhak marah pada siapapun. Toh, dia bukanlah siapa-siapa bagi Olivia selain hanya partner kerja saja, jika jam kerja sudah habis, maka gadis itu berh

