Sudah dua jam lamanya Baim menunggu istrinya bangun, akan tetapi tetap tak ada juga tanda-tandanya. Botol infusnya sudah diganti tiga puluh menit lalu. Baim jadi makin khawatir pada istrinya meskipun dokter Gina mengatakan Oliv baik-baik saja. Tok..tok...tok... Pria yang sudah kusut penampilannya itu menengok ke arah pintu. "Gue boleh masuk, ga?" Suara di luar sana cukup familiar, siapa lagi kalau bukan Ryan. "Masuk aja, Yan." Cklek! Pemandangan pertama saat membuka pintu cukup membuat Ryan tau bagaimana perasaan Baim saat ini. Pria fashionable itu terlihat begitu acak-acakan seperti tak terurus. Ryan jadi prihatin melihatnya, apalagi ditambah dengan kondisi Olivia yang sangat lemah, Baim pasti sangat kacau. "Gimana? Apa kata Dokter?" Ryan bertanya sembari meletakkan buah yan

