Sementara itu, di lokasi penuh ketenangan tadi masih tetap sama. Bedanya, tadi Dika alias Silan berdiri sendiri, sekarang di sampingnya sudah ada Andreas dengan pistolnya. Tepatnya, senjata api milik Darren. Tadi, William membiarkan yang lain pergi karena dia masih syok dengan kehadiran para pria ini setelah belasan tahun menghilang dari hadapannya. "Ku pikir setelah lama tak bertemu, kau berubah menjadi pria yang menghabiskan masa tuamu di rumah dengan menyesali semua perbuatanmu pada banyak orang, seperti aku yang menyesali kebodohan ku yang terjebak dalam permainan kalian.. Ternyata aku salah, kau bahkan semakin ingin berkuasa di dunia, Pak tua." "Kekurang ajaran mu masih tetap sama seperti dulu, Silan." "Ya, benar sekali. Bahkan kemampuan ku masih sama, kau tak lupa bukan?" "Cuih

