Si cemburu buta? Julukan iitu mungkin cocok untuk Baim, si pria penuh dengan kecemasan yang cemas memikirkan pujaan hatinya yang pulang dengan siapa. Dia sengaja berlama-lama keluar dari ruangannya agar dia bisa lebih lama bersama Oliv. Sekretarisnya itu tak akan mungkin meninggalkannya pulang duluan. Karena ucapan Aditya tadi siang, dia jadi terus kepikiran sampe sore. "Apa gue tawarin diri aja ya buat anter dia pulang? Kira-kira, dia bakalan nolak gue ga, ya?" Berpikir sejenak dengan tatapan. tertuju pada gorden jendelanya yang dibiarkan terbuka untuk melihat wajah Oliv yang selalu terliht serius di balik kubikelnya. "Ah, bodo amat! Yang penting udah nyoba, terserah aja endingnya gimana," ujarnya lagi lalu meraih kontak mobilnya dan langsung. menuju pintu setelah sejenak merapikan pe

