16. Malapetaka Pantai

2407 Kata

Angin laut berhembus dingin. Menyegarkan udara salah satu kafe yang tepat berada di tepi pantai. Kafe tersebut terbuka. Pencahayaannya terang alami, berasal dari cahaya matahari yang bersinar hangat. Beberapa set kursi sudah terisi oleh pengunjung yang sedang menikmati makanan mereka tanpa terburu-buru. Satu set kursi, di balkon kafe lantai dua. Terdapat dua pria dan satu wanita duduk di sana. Wajah wanita cantik tersebut terlihat tersipu malu, merah merona karena salah satu pria di depannya terus memuji kecantikannya. Walaupun tubuh wanita itu tidak tinggi semampai bak seorang model. Namun menurut sang pria, tubuh wanita itu tetap seksi dengan bentuk d**a* dan b****g yang ideal. "Berhenti menggoda Zizi terus, San" peringat Kevin sambil menyeruput teh tariknya. Matanya memandang awas Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN