"Gimana? Kamu tertarik datang ke pesta ku bulan depan, Kevin? Aku jamin, Semua tamu undangan ku adalah orang orang penting" nyonya Rezza kembali menggenggam tangan kekar Kevin dengan kedua tangannya, bibirnya tak pernah berhenti menyunggingkan senyum ramah. "Ada apa, Sayang? Kamu pengen nemuin seseorang?" Alis nyonya Rezza berkerut. "Ya, aku ingin menemui seseorang" Kevin menganggukkan kepalanya, membiarkan sebelah tangannya di genggam nyonya Rezza. "Sebenarnya, aku ingin membuka toko gadget. Tapi, apa kamu yakin tidak akan mengundang tamu menengah ke bawah?" Kevin berbohong, dan ini sudah menjadi keahlian nya sebagai penyelidik. "Pestaku tidak pernah aku tujukan untuk kalangan menengah ke bawah, Sayang" Nyonya Rezza mencomot truffles, lalu menyuapkannya pada Kevin. "Kamu ragu? Tanyakan

