Bab. 14

1110 Kata

Bab. 14 Malam semakin larut, langit masih gelap dan suasana pun masih terasa sepi. Namun, hal itu tidak lantas membuat Fawaz segera memejamkan mata. Laki-laki itu malah masih sibuk mengamati wajah cantik istrinya yang sudah terlelap. Dulu ketika salah satu temannya bercerita, tentang cinta yang tiba-tiba tumbuh setelah ijab qabul. Fawaz mencibir habis-habisan, dia berpikir hal itu mustahil. Baginya rasa cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, saat ini dia ingin menarik kalimatnya dulu. Karena sekarang dia merasakan apa yang dialami temannya. Mungkin memang perasaan cintanya belum besar, mengingat masih ada nama Kirana di hatinya, tapi bukankah ini awal yang baik untuk sebuah hubungan? Dalam hati Fawaz terus berdoa, agar hatinya dapat mencintai sang istri sepenuh hati.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN