Bab. 16

1026 Kata

Bab. 16 "Mas Fawaz lagi apa?" Dania bertanya seakan-akan Aara tidak ada di sana. "Belanja." "Oh, aku juga lagi belanja. Ngomong-ngomong belanja buat apa? Kok banyak?" "Buat sendiri, kan sekarang rumahnya dua." Jawaban Fawaz sontak membuat Dania melirik pada Aara yang sedari tadi hanya diam. Wanita itu mendengkus kesal. Bagaimana bisa mantan istri kakaknya itu menikah dengan laki-laki pujaannya? Sejak mengetahui kalau Fawaz akan menikah dengan Aara, rasa benci Dania pada wanita itu semakin tinggi. "Maaf, Dan. Aku duluan, ya." Fawaz membalik badannya, lalu mulai mendorong troli diikuti oleh Aara. "Kak, tunggu! Aku boleh nebeng pulangnya?" Dania kini telah berada di depan pasangan itu. Fawaz tidak langsung menjawab, malah menoleh pada sang istri. Seolah meminta saran, yang dibalas an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN