Bab. 29 Setelah ketukan Fawaz dijawab seruan dari dalam. Laki-laki itu langsung membuka pintu. Dia tetap membiarkan pintu terbuka lebih lebar, agar istrinya bisa masuk. Selanjutnya dia menutup pintu itu kembali. Rasanya dia ingin menyeret sang istri pergi. Saat melihat Dafa berada di sana, memandang istrinya dengan lekat. Padahal laki-laki itu berdiri di samping ranjang Kirana. Apa sih sebenarnya maksud Dafa? Seandainya di sini tidak banyak orang, bisa dipastikan dia akan menghardik laki-laki tidak sopan itu. Menyapa orang-orang di sana, langkahnya lalu bergerak menuju sofa dan duduk di samping Kelvin. Aara yang sejak tadi mengikutinya, dia tarik agar duduk di sampingnya. "Geser!" perintahnya pada Kelvin. "Di sana masih kosong." Kelvin menunjuk sofa tunggal di sebelah Dania, meski lak

