“Anjiing lo!” Brian tersungkur mendapatkan serangan mendadak. Mendongak melihat siapa yang sudah berani melayangkan pukulan kepadanya dan tampak sekali Alan –sahabat Rana- dengan mata penuh kilatan emosi. Napasnya memburu, ingin sekali Alan membunuhh laki-laki brengsekk yang sudah menyakiti sahabatnya. Bahkan dengan tidak berperasaan, Brian menyebarkan berita bohong, padahal selama ini yang Alan tahu Brian begitu mencintai Rana, tetapi sekarang kenapa sampai seperti ini. Brian mengusap sudut bibirnya yang tampak sekali darah segar karena pukulan yang di layangkan oleh Alan tadi. Kemudian beranjak dari posisinya dan berhasil berdiri berhadapan dengan Alan yang masih tampak emosi. Alan berdecih. Seharusnya sejak dulu dia tidak membiarkan Rana dekat dengan Brian dan membuat mereka akhir

